Kota Lama Semarang menyuguhkan kemegahan arsitektur pengalaman khas Belanda, seperti Gereja Blenduk. Namun, berada sisa-sisa rekor lain yang dimunculkan dalam kawasan Kota Lama Semarang.
Tempat lain itu sebagai Pasaran Klithikan "Padang Rani" (Pedagang Pasaran Rani) yang menjual barang-barang antik dalam dekat Gereja Blenduk, tepatnya di dekat Taman Sri Gunting. Kumpulan penjual menyajikan berbagai barang-barang antik untuk seluruh wisatawan yang tertarik mengoleksi.
"Kita pada sini jualan barang-barang semacam kacamata, gelas dan piring keramik dari Tiongkok, kaset, buku, kamera, dan barang-barang lain," ucap Koordinator Pedagang Pangsa Klithikan "Padang Rani", Rully Krisbiantoro untuk KompasTravel pada Semarang, Jawa Tengah, beraneka hari yang selanjutnya.
Rully membicarakan kalau pangsa itu mulai dibuka dua musim selanjutnya dikarenakan prihatin Kota Semarang tak miliki pasar seni. Segala penjual yang berjualan barang antik dalam Pasaran Klithikan, tambah Rully, para asal dari Semarang. "Dulu pernah dalam Koran Tribun, berada informasi protes Semarang gak punya pasaran seni mirip Pasar Triwindu. Atensi kurang dari pemerintah. Usul kita gak pernah didengar. Ini buka hanya izin dari camat," ungkap Rully.
Salah satu pelancong yang berasal ke Pangsa Klithikan dari Semarang, Faizal menyatakan jika rasanya perhatian karena Pangsa Klithikan ramai dikunjungi. Pernah pergi sebelumnya, jelas Faizal, barang-barang yang dijual pada Pasaran Klithikan bagus-bagus dan dan langka.
"Pasar Klithikan sukses menjadi lokasi berlibur pada Kota Lama Semarang. Jika bisa ditata serta diperbanyak pedagangnya," ujarnya.
Pangsa Klithikan menyuguhkan barang-barang eks yang bermutu asli. Rully menuturkan bahwa barang-barang yang dijual didapatkan dari pemulung-pemulung, kolektor, serta orang-orang yang menjual langsung. "Kita khusus berjualan barang antik. Andai asli bilang asli tetapi apabila palsu ya kata. Diwajibkan jujur karena kita jangka panjang dalam sini," imbuhnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar